Rabu, 07 Juni 2017

Inilah 4 Kendala Pada Bisnis Properti dan Cara Mengatasinya



Bisnis properti di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal itu didukung dengan naiknya nilai properti dari tahun ke tahun yang akhirnya menimbulkan laba besar bagi pebisnisnya. Dengan iming-iming laba besar tersebut banyak orang yang mulai melirik bisnis properti ini, mulai dari properti rumah jadi hingga yang masih berupa tanah kosong.

Jika dulu hanya orang-orang dengan tingkat pendidikan tertentu saja yang dikenal menjalankan bisnis properti, namun sekarang hampir semua orang memiliki bisnis ini, meski hanya bersifat kecil-kecilan. Sifat bisnis ini sama seperti jual beli barang lain pada umumnya, namun bukan berarti tidak memiliki kendala.

Ada beberapa kendala yang bisa menghambat dalam mengembangkan bisnis properti ini. Namun dengan ilmu dan pengalaman, beberapa kendala di bawah ini pun bisa diatasi dengan solusi yang cukup jitu.

Kendala berupa modal
Ketika mendengar bisnis properti tentu yang terlintas dalam pikiran adalah sebuah usaha besar dengan modal yang sangat banyak. Hal tersebut tidaklah salah, karena bisnis properti yang skalanya besar atau lebih kepada developer memang membutuhkan modal yang sangat banyak. Namun nyatanya bisnis properti tidak hanya berkisar pada developer saja. Ada banyak jenis bisnis properti yang saat memulainya tidak memerlukan modal yang besar, bahkan ada yang tanpa modal.
Bisnis properti seperti menjadi agen properti atau melakukan jual beli properti termasuk yang tidak memerlukan modal besar. Tidak perlu takut memulai bisnis dengan modal yang minim, karena jika memikirkan masalah modal maka bisnis tidak akan pernah jalan. Selain itu sekarang sudah banyak informasi tentang cara memulai bisnis properti dengan modal yang sedikit, sehingga bisa lebih membantu untuk menyusun strategi bisnis yang tepat.

Kendala berupa lahan properti
Sebenarnya lahan properti yang akan dibisniskan ada banyak, namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah lahan properti tersebut bisa dijual dengan harga yang mahal ? Mendapatkan lahan properti yang memiliki lokasi bagus serta bermacam keunggulan baik dari bentuk maupun fungsinya memang terbilang susah. Apalagi jika lahan properti tersebut ada ditempat terpencil, yang meskipun murah orang pasti akan berpikir dua kali untuk membelinya.

Di sini pebisnis properti harus memiliki kecakapan untuk memprediksi lahan tersebut di masa depan. Jika ada kemungkinan wilayah di mana lahan itu berada akan dikembangkan dan menjadi kawasan padat penduduk, maka lahan properti tersebut memiliki peluang besar untuk dijual. Cari informasi tentang pembangunan pemerintah daerah di wilayah tersebut. Jika wilayah tersebut termasuk lokasi yang dikembangkan, bisa jadi harga jual lahan properti itu akan lebih tinggi lagi nantinya.

Kendala pada pemasaran
Bisnis properti tidak ubahnya seperti berjualan produk barang dan jasa. Lahan properti yang ada harus terlihat menarik sehingga konsumen pun tertarik membelinya. Di sinilah peran promosi dalam sistem pemasaran menjadi sangat penting. Ketika promosi yang dibuat sangat buruk dan tidak mewakili lahan properti dengan baik, maka wajar jika pemasarannya menjadi terhambat.
Lakukan promosi yang menarik baik menggunakan media cetak, online atau mempromosikan kepada keluarga dan teman. Promosi dengan media online biasanya lebih cepat laku karena jaringan konsumen yang dijangkau lebih besar serta lebih berkesan profesional dan berkelas.

Kendala dengan saingan
Semakin pesatnya bisnis properti menunjukkan banyaknya pelaku bisnis bidang ini. Hal tersebut secara otomatis juga makin memperketat persaingan diantara pebisnis properti. Untuk bisa melebihi pesaing-pesaing yang lain sebaiknya jangan melakukan cara-cara yang kotor. Yang paling penting adalah menunjukkan keunggulan bisnis properti yang dijalankan. Keunggulan tersebut bisa harga yang lebih murah, proses jual beli yang mudah serta promo yang menarik. Introspeksi dan segera perbaiki jika ada kekurangan dalam bisnis properti yang dijalankan.


Cara Bisnis Properti


EmoticonEmoticon