Jumat, 02 Juni 2017

[TERBUKTI] Inilah 4 Trik Khusus Cara Bisnis Properti yang Mungkin Jarang Diketahui


Keuntungan yang ditawarkan bisnis properti memang menggiurkan, maka harus diketahui cara bisnis properti yang menguntungkan. Bedanya bisnis properti dengan bisnis lainnya adalah tidak ada istilah keuntungan tinggi maka risiko yang dihadapi juga besar. Bisnis properti hampir tidak mengalami kerugian, karena harga properti akan terus meningkat.

Menariknya, bisnis dengan nilai profit yang luar biasa ini, bahkan bisa dijalankan tanpa menggunakan modal. Ada beberapa trik cerdas dalam berinvestasi di bisnis properti. Berikut ini trik yang bisa dilakukan untuk membeli properti bernilai tinggi sebagai investasi.

1.   Menaikkan harga dan menurunkan syarat pembayaran
Di sini Anda memiliki properti yang memiliki prospek bagus, namun dijual dengan harga di bawah pasaran. Sayangnya, kondisi keuangan Anda tidak memungkinkan untuk membeli properti tersebut saat itu. Maka trik yang Anda lakukan adalah dengan menawar harga rumah tersebut lebih tinggi dari yang diminta, namun dengan syarat pembayaran yang lebih ringan. Misalnya menurunkan DP dan jangka waktu pelunasan lebih panjang.

Contoh, rumah X dijual seharga 350 juta rupiah, padahal harga pasaran di lokasi tersebut mencapai 500 juta rupiah. Tawar harga penjualan menjadi 375 juta rupiah. Tentu si pemilik rumah akan senang. Selanjutnya, negosiasikan masalah pembayaran dengan menurunkan DP yang biasanya 20% menjadi 10% atau kurang dari itu. Minta keleluasaan pelunasan hingga 3 bulan.

2.   Mengombinasikan pembayaran bank dan penjual
Biasanya pihak bank tidak akan memberikan penuh nilai pembayaran properti yang diajukan pembeli. Rata-rata bank akan mengeluarkan 80% dana pembelian rumah. Sedangkan, 20% merupakan DP yang harus disediakan pembeli. Jika Anda belum memiliki dana cukup untuk membayar DP katakan terus terang kepada penjual.

Apabila terjadi kesepahaman dengan pihak penjual, mungkin saja ia akan menyetujui keinginan Anda untuk mencicil DP tersebut. Tentunya perjanjian tersebut hanya antara pihak penjual dan pembeli.

3.   Menggunakan uang sewa yang dibayar di muka
Ada baiknya membeli properti yang sudah disewa sebelumnya. Tanyakan pada penyewa apakah akan memperpanjang sewa dan membayar uang sewa di muka. Jika penyewa setuju untuk memperpanjang sewa dan membayarnya di muka, itu akan menjadi modal Anda untuk membeli properti tersebut.

Contoh, Tuan M membeli ruko yang sudah disewa oleh toko dengan nomilan 60 juta rupiah setahun. Kantor tersebut bersedia memperpanjang uang sewa toko selama lima tahun ke depan sejumlah 300 juta rupiah. Padahal harga properti tersebut senilai 1 miliar.

Namun dari pinjaman bank sejumlah 800 juta rupiah, Tuan M hanya perlu membayar 200 juta rupiah kekurangannya. Jadi Tuan M justru mendapat uang tunai 100 juta rupiah dari pembelian tersebut.

4.   Memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan
Cara ini bisa dilakukan sebagai salah satu cara bisnis properti yang menguntungkan. Kredit Tanpa Agunan (KTA) bisa memberikan pinjaman hingga 250 juta rupiah, tergantung dari keadaan Anda. Bunga yang dikenakan KTA juga cukup rendah, hanya 12% per tahun. Bahkan, hampir sama dengan bunga KPR.

Bunga ini cukup terjangkau dan bisa menjadi pilihan investasi yang baik. Anda bisa menggabungkan sumber dana ini dengan pembiayaan lain untuk membeli properti. Hasil penjualan properti tersebut dapat melebihi pinjaman yang didapat.

Beberapa trik tersebut mungkin tampak berisiko, tapi cukup masuk akal dilakukan. Ingatlah, bahwa nilai investasi yang ditanamkan tersebut tidak akan merugi. Nilainya akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Yang penting Anda jeli dalam menangkap peluang dan menilai prospek properti tersebut di masa depan. Demikian cara bisnis properti yang bisa dilakukan.

Cara Bisnis Properti


EmoticonEmoticon